Beijing (KABARIN) - Sebanyak empat film Indonesia, yakni “Jumbo”, “Yuni”, “Garuda di Dadaku”, dan “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper)” ditayangkan dalam ajang Shanghai International Film Festival 2026 yang digelar pada 20–23 Juni 2026 di China.
Di antara keempat film tersebut, “My Own Last Supper” (MOLS) karya sutradara Ismail Basbeth berhasil menembus nominasi utama Golden Goblet Award, salah satu kategori paling bergengsi dalam festival tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menilai keikutsertaan film Indonesia di ajang internasional tersebut menunjukkan perkembangan positif industri perfilman nasional yang semakin diakui dunia.
“Perfilman Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dengan karya-karya yang semakin diakui di tingkat internasional,” ujarnya dalam kegiatan nonton bersama di Shanghai, Jumat (19/6).
Selain MOLS, film “Garuda di Dadaku” juga masuk nominasi Golden Goblet Award kategori animasi. Sementara itu, sineas Indonesia Kamila Andini dipercaya menjadi salah satu juri pada kategori Asian New Talent.
Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, menyebut partisipasi film Indonesia tidak hanya memperkuat citra budaya, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional di sektor industri kreatif.
Dalam rangkaian festival, film MOLS telah diputar untuk penonton global pada 16 Juni 2026 dan ditonton oleh berbagai kalangan, mulai dari pejabat, diplomat, jurnalis, akademisi, hingga diaspora Indonesia.
Selain pemutaran film, juga digelar sesi diskusi dan forum industri bertajuk Indonesia Film Talk yang membahas perkembangan perfilman Indonesia serta peluang kolaborasi global.
Kehadiran film Indonesia di SIFF 2026 dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas pasar, memperkuat daya saing, serta meningkatkan eksposur karya sineas nasional di tingkat internasional.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026